Apakah ini

 


Yang tertunda bukan berarti takkan pernah hadir ataupun ada

Melainkan nanti, hadiah dari sabar yang menggunung adalah datangnya apa yang selala ini dinanti maupun ditunggu. Sabar ya.

Perlu hati yang kuat untuk bersabar tentang apapun termasuk atas dirimu sendiri, bila bertahan sabar pada diri sendiri kemudian yang akan dihadapi adalah bersabar dengan lingkungan sekitar karena hidup kita berdampingan dengan beragam argumen dan pertanyaan “jahat” yang dapat melunturkan bukit sabar yang telah dibangun selama ini.

Sabar bukan berarti tidak bergerak, tidak bertindak ataupun tidak melakukan apa-apa. Sadar, sebenarnya sabar ini sering dianggap berleha-leha. Padahal yang sebenarnya paling ngerti sabar ini adalah dirimu. Maka dari itu hal yang harus diperkuat adalah hati. Yang kuat ya.

Apapun yang kau lakukan adalah jalan yang kau pilih

Pemahaman orang-orang berbeda, kita tak dapat memaksa orang untuk mendukung apa yang kita pilih dan kita jalani. Berbuat kebaikan ada kadang disalahpahami apalagi berbuat keburukan. Selagi masih bisa berbuat baik, silakan. Gapapa bukan untuk orang lain, untuk diri sendiri dulu gapapa. Ini bukan selfish, tapi ini juga kebaikan. Berbuat baik pada diri sendiri kemudian pada sekitar. Gapapa. Lihat cermin dan bilang “aku sayang kamu”.

Nyinyiran bukan sindiran tapi kebangkitan

Bertemu dengan orang-orang mungkin akan membuatmu menerima dan memasukkan apa yang mereka lontarkan kedalam  otak lalu turun kehati. Baik pernyataan ataupun pertanyaan. Kalau ga bisa menjawab gapapa, senyum aja hitung hitung sedekah.

Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib)

Kalau bisa dijawab atau ditanggapi, silakan dengan bijak dan baik. Oiya, kadang kalau itu terasa menyakitkan gapapa nangis. Baperan memang hak kita sebagai manusia karena manusia diciptakan hati pada bulan ketiga didalam kandungan. Begitu dini kita sudah dikasih hak menjadi makhluk yang bisa “baper”.

Cerita aja

Setiap orang pantas menceritakan apapun yang dirasa, senang, susah, bahagia, sedih, haru dan lainnya semua itu adalah bagian dari baper (bagian perasaan). Cerita pada yang terdekat mungkin saudara, teman atau orangtua jangan lupa ada Dia yang selalu dengar tanpa kau menceritakan rasamu. Bisa juga cerita melalui tulisan, gapapa. Orang yang berani cerita adalah orang yang kuat. Diluar sana mungkin ada yang hanya diam hingga dia mati menyimpan ceritanya sendiri, sakitnya sendiri. Gapapa, cerita aja.

Semua yang aku tulis ini adalah untukku dan untuk mu. Ini untuk kita.

Komentar

Postingan Populer